Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Saturday, 30 May 2015

Menyusuri Gelapnya Gua Aulia Tujoh Laweung Pidie

Menyusuri Gelapnya Gua Aulia Tujoh Laweung Pidie
suasana di gua atas sebelum memasuki yang lebih dalam 

Oleh: Isvani

Gua Aulia Tujoh laweung adalah gua yang sangat familiar dikalangan masyarakat Aceh. gua yang dikenal dengan nama gua aulia tujoh ini memiliki keindahan dan daya tarik tersendiri. Orang-orang biasanya menyingkat nama gua ini menjadi gua tujoh. Bulan april yang lalu aku telah melangkahkan kaki ke gua dan sudah menyusuri walaupun tidak semuanya.

Gua laweung terletak di kabupaten Pidie, tepatnya di daerah laweung. Gua ini mempunyai hikayat tersendiri yang berkembang dalam masyarakat. Diceritakan dalam suatu hikayat bahwa pada zaman dulu ada 7 tujuh pemuda yang sedang bertapa di gua itu. Mereka bertapa supaya bisa menunaikan ibadah haji ke mekkah. Menurut cerita yang berkembang, gua itu juga bisa tembus ke mekkah. Namun, hanya orang-orang tertentu saja. Terlepas dari benar atau tidak cerita itu, hanya sang maha pencipta yang tahu.

Menyusuri Gelapnya Gua Aulia Tujoh Laweung Pidie
Batu Gantung yang ada didalam Gua 

Aku dengan seorang kawan menyusuri gua itu dengan didampingi oleh masyarakat disekitar lokasi gua tersebut. mereka menyediakan jasa memdampingi masuk kedalam gua dan menceritakan berbagai cerita-cerita mitos didalam gua. Didalam gua terasa tanahnya basah dan kadang-kadang becek sehingga sangat diperlukan ke hati- hatian dalam melangkahkan kakinya. Penerangan yang kami gunakan hanya berupa senter dari sang pendamping masyarakat tadi. Sehingga tidak bisa melihat keseluruhan isi dari gua tersebut.

Pendamping menunjukkan beberapa lokasi yang punya mitos cerita tersendiri. Seperti batu gantung, elang sujud, tempat pelaminan pengantin jaman dulu dan beberapa tempat lain yang aku sudah lupa. Mereka para pendamping sangat bersemangat dalam menceritakan kisah kisah dalam gua tersebut sehingga semakin membuat semangat dalam menyusur lebih jauh. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita mereka.
Menyusuri Gelapnya Gua Aulia Tujoh Laweung Pidie
Elang Sujud, begitulah pendamping menceritakannya 
Sebenarnya gua laweung bisa dijadikan objek wisata yang luar biasa bila pemerintah mau memperhatikannya. Saat ini belum ada fasilitas publik yang bisa digunakan wisatawan yang berkunjung ke gua itu. Satu hal lagi yang sangat memprihatinkan adalah jalan akses ke gua itu sangat burul bila dari arah Laweung. Ada baiknya bagi wisatawan yang ingin ke gua itu supaya perginya dari arah kecamatan Batee. Dari arah batee jalannya sudah beraspal sehingga mudah dalam perjalanan. Sudahnya saatnya pemerintah peduli dengan situs-situs wisata seperti itu sehingga masyarakat disekitar itu taraf perekonomiannya semakin baik. Semoga.[] 



Wednesday, 27 May 2015

Panorama Puncak Genting Gayo Lues


Oleh : Isvani 

pemandangan dari Puncak Genting 

Gayo dengan segala keindahannya menjadi daya tarik bagi semua orang yang menginjakkan kakinya disana.  Kopi yang begitu dikenal di mancanegara juga merupakan berasal dari dataran tinggi Gayo. Kopi gayo menjadi salah satu komoditas yang besar kontribusinya dalam perekenomian masyarakat Gayo. Dataran tinggi gayo yang tersebar dari kabupaten bener meriah. Aceh tengah, gayo lues mempunyai lahan perkebunan kopi yang memiliki ciri khas dari masing-masing wilayah tersebut.

pada kesempatan kali ini, aku akan menceritakan sepotong kisah tentang nikmatnya menyeruput Secangkir kopi luwak gayo di puncak Genting, Gayo Lues. Januari yang lalu aku telah meninggalkan jejak kaki ini untuk yang pertama kalinya dalam hidup. Kunjungan kesana dalam rangka perjalanan antara aku dengan seorang kawan yang dibingkai dalam “Jak Wet Wet Atjeh”. Perjalanan itu adalah perjalanan mengelilingi aceh yang dimulai dari pusat ibukota Aceh kemudian berlanjut ke pantai barat Aceh dan yang terakhir ke dataran tinggi Gayo. (Baca: Air Terjun Rerebe, Serpihan Tanah Surga Di Gayo Lues) 

pemandangan dari puncak Genting 

Gayo lues yang beribukota di Blangkejren mempunyai pesona tersendiri dengan hamparan alam yang indah. Hawa dingin yang menyelimuti kota walaupun tidak sedingin seperti di kota Takengon Aceh Tengah. Gayo lues juga merupakan salah satu kabupaten penghasil kopi ditanah Gayo walaupun tidak sebanyak di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Puncak genting menjadi salah satu tempat yang cocok untuk santai dengan sekaligus bisa menikmati secangkir Kopi Luwak Gayo yang memanjakan citarasa yang luar biasa. Perbukitan yang hijau akan menakjubkan mata siapa saja yang memandangnya. Satu hal lagi yang menjadi suasana yang patut menjadi kelebihan di tempat ini. hawanya yang dingin sungguh memaksakan kita harus memakai baju jaket yang tebal. Apalagi jika matahari sudah mau terbenam maka percayalah dinginnya akan menusuk sampai ke tulang belulang.

Bersambung pada kesempatan selanjutnya..........

 
pemandangan dari puncak Genting 




Monday, 13 April 2015

Menikmati Panorama Waduk Rajui Padang Tiji



Menikmati Panorama Waduk Rajui Padang Tiji
Pemandangan Waduk Rajui dengan latar gunung seulawah dara

Oleh: Isvani

Waduk rajui terletak di gampong rajui kecamatan padang kabupaten pidie. waduk yang berada di kaki gunung selawah dara punya daya tarik sendiri. Waduk rajui ramai dikunjungi oleh warga sekitar untuk sekedar melihat pemandangan alam dan ada juga masyarakat yang menghabiskan waktunya memancing ria di danau itu. Pengunjung banyak datang di sore hari terutama pada hari-hari akhir pekan.

Untuk menuju ke waduk rajui sangatlah mudah dan tidak terlalu jauh dari jalan nasional Banda Aceh Medan. Kalau dari arah Banda Aceh, jalan untuk waduk rajui berada disebelah kanan setelah turunan yang disamping kirinya komplek militer rencong cakti. Tepatnya sebelum gerbang ke sekolah pembibitan ikan jika tidak salah.

Menikmati Panorama Waduk Rajui Padang Tiji
Waduk Rajui 

Bila sudah belok ke jalan yang dimaksud tadi, ikuti saja jalan itu sampai ke waduk rajui. Jalannya cukup bagus dengan pemandangan kebun masyarakat sekitar. Dari jalan banda aceh medan ke waduk rajui berjarak sekitar 2-3 KM dan jalan aspalnya mulus tanpa hambatan.

Tidak salah bila sobat-sobat yang ingin menikmati alam pegunungan bisa mendatangi tempat ini. melihat-lihat waduk rajui juga tidak pungut biaya sepeserpun alias gratis. Sobat-sobat yang ada jiwa memancing juga bisa ke waduk ini karena menurut pengamatan banyak terdapat ikan di waduk rajui, namun belum bisa dipastikan karena aku sendiri tidak pernah memancing diwaduk itu.

Menikmati Panorama Waduk Rajui Padang Tiji
jalanan di waduk rajui

Nah, tunggu apalagi. Ayo ke tanoh Pidie, ayo nikmati pesona di waduk rajui dan tempat-tempat wisata lain di kabupaten Pidie.[] 

Menikmati Panorama Waduk Rajui Padang Tiji Menikmati Panorama Waduk Rajui Padang Tiji
waduk rajui 

*Penulis adalah penggiat alam bebas, saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di fakultas hukum unsyiah dan psikologi unsyiah. 

Friday, 10 April 2015

Menikmati Suasana Malam Hari Kota Sigli Aceh




Oleh :Isvani

Masyarakat pidie dikenal dengan masyarakat perantau yang mengadu nasib di negeri orang. Kebanyakan pria di kabupaten yang beribukota Sigli ini keluar dari kampung halaman merantau ke beberapa daerah di lain di aceh dan bahkan ke luar Aceh. Itulah tabiat orang pidie yang sudah turun temurun dari pendahulunya.

Beberapa hari yang lalu aku dan seorang kawan mengunjungi kota ibukota kabupaten Pidie, Sigli. Tepatnya 2 hari kami berada di kabupaten itu. Setelah menyusuri kegelapan Gua Aulia Tujuh di Laweung dan menikmati pemandangan persawahan di Kabupaten Pidie. Malam harinya selepas magrib kami singgah ke rumah saudara sikawan di Garot dan berencana bermalam dirumah saudaranya.

Sesampai di rumah saudara sikawan, tubuh kami harus segera disirami air setelah seharian melawan terjalnya perbukitan jalan ke gua tujuh. Melihat kondisi jalan seperti itu membuat kami heran akan kerjanya pemerintahan di daerah. Jalan di ibukota provinsi berlapis-lapis namun disini hanya dilapisi dengan batu perbukitan, benar-benar alami jalannya. Hahahha. Tidak mau berlama-lama dengan sakit hati terhadap pemerintah itu, pasalnya permasalahan itu akan aku tulis pada kesempatan lainnya. Aku janji, Insya Allah.

Segar rasanya badan ini setelah bermandikan air di daerah perkampungan. Kami segera berpakaian karena berencana malam ini akan berkeliling kota sigli. Aku pribadi belum pernah kota sigli walaupun sudah puluhan kali sudah pernah melewatinya sewaktu pulang ke Aceh Utara. Namun hanya lewat saja tanpa pernah sekalipun singgah di kotanya. Lain hal dengan si kawan, ia sudah sedikit banya tahu seluk beluk kota sigli. Malam ini aku akan dibawa sikawan mengelilingo kota kabupaten Pidie.

Saudara sikawan memanggil kami untuk bersegera ke dapur karena makanan malam sudah dipersiapkan. Makan malam pun sudah berlalu dan kami meminta izin untuk keluar ke kota Sigli.

Motor sikawan menderu memecah keheningan malam di perkampungan kabupaten itu. Pasangan muda mudi bergelantungan di kendaraan menuju tempat yang sudah mereka rencanakan. Laju kendaraan kami sebentar-sebentar harus diperlambat karena  banyak lobang yang menganga di tengah jalan. Dasar pemerintah, aku mengumpat dalam hati.

Lampu-lampu kota sudah mulai terlihat dengan segala kekerlipan yang dipancarkannya. Ah aku rindu kampung halaman , walaupun kampung aku bukan dikota namun kota di dekat kabupaten aku punya kenangan tersendiri dalam perjalanan hidup ini. waktu akan menentukan nantinya.

Kendaraan yang kami pakai memasuki jalanan perkotaan. Orang-orang saling mendahului satu sama lainnya. Suasana malam minggu di kota Sigli cukup gemerlap.

“ kalau di Sigli, malam minggu orang berkumpulnya di Alun-alun, kesana kita” ucap sikawan memberitahu.

Deru kendaraan saling bersahutan satu sama lain, memecah suasana malam minggu di perkotaan Sigli. Betapa kecilnya kota sigli dibandingkan dengan kota ibukota provinsi, itu sudah pasti, namanya saja kota kabupaten dengan segala kekurangan yang menghinggapinya. Motor yang kami kendarai semakin dalam memasuki wilayah perkotaan. tiba-tiba.......

 BERSAMBUNG KE BAGIAN SELANJUTNYA............................................

*Penulis adalah penggiat alam bebas, saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di fakultas psikologi dan fakultas hukum Unsyiah.



Pesona Puncak Jalin Jantho Dan Aliran Sungainya Yang Menggoda (Bag.II)

Pesona Puncak Jalin Jantho Dan Aliran Sungainya Yang Menggoda (Bag.II)
Tampak Pemandangan dari puncak jalin(Foto:Vani)

Oleh: Isvani

Pesona Puncak Jalin Jantho Dan Aliran Sungainya Yang Menggoda (Bag.II) - Seperti yang telah aku janjikan pada tulisan sebelumnya (baca: Pesona Puncak Jalin Jantho Dengan Aliran Sungainya Yang Menggoda), maka kali ini akan aku lanjutkan menulis tentang panorama alam dari ketinggian bukit jalin. Bila sobat sudah sampai ke jembatan gampong jalin itu, parkirkan kendaraan pada tempat yang telah disediakan masyarakat disekitar itu. Jika semua sudah siap, menapaki perbukitan bukit jalin akan segera dimulai.....

Masyarakat disana memasang petunjuk untuk mencapai puncak jalin sehingga tidak akan menyesatkan pengunjung. Tinggal ikuti saja petunjuk-petunjuk itu sembari menikmati pemadangan alam dari dari ketinggian.  

Pesona Puncak Jalin Jantho Dan Aliran Sungainya Yang Menggoda (Bag.II)
Tampak aliran sungai dari puncak(Foto:Vani)


Tracknya yang lumayan berat akan menguras tenaga sobat-sobat sekalian. Masyarakat memasang tali yang bisa dipergunakan oleh pengunjung ketika mendaki bukit-bukit yang terjal itu. Tahap awal bukit dekat jembatan yang menjadi adu nyali sobat. Namun jangan bersedih hati jika harus capek-capek karena ketika sudah sampai di tujuan rasa capek itu akan tergantikan dengan rasa takjub sobat dengan alam jalin.

Pesona Puncak Jalin Jantho Dan Aliran Sungainya Yang Menggoda (Bag.II)
Petunjuk Menuju Puncak(Foto:Vani)


Semakin menuju ke puncak semakin luas mata memandang maka kita akan semakin takjub dengan kekuasaan maha pencipta. Alam yang terbentang  dengan bukit-bukit yang menjulang tinggi mengelilingi tempat kaki berdiri. Semakin menanjak ke atas akan semakin terjal bukit-bukit yang harus dinaiki. Hamparan padang ilalang menambah pesona keindahan dari perbukitan yang akan menuju puncak bukit jalin. Sewaktu mau sampai ke puncak, disinilah tanjakan yang paling meregang otot, namun tergantung orangnya juga. Selepas itu ,, selamat datang di puncak jalin.

Bila sudah berada dipuncak jalin, enggan rasanya harus cepat-cepat meninggalkan puncak ini. sungai yang berkelok-kelok mengitari perbukitan menjadi satu panorama tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dengan keindahan alamnya. Sungai yang berada nun jauh dibawah sana menjadi satu pemandangan yang memperindah puncak jalin yang saat ini lagi banyak-banyaknya didatangi oleh pengunjung. 

Pesona Puncak Jalin Jantho Dan Aliran Sungainya Yang Menggoda (Bag.II)
Pemandangan Dari Atas Puncak Jalin 

Satu hal yang sering dilanggar oleh manusia-manusia penikmat alam. Mereka dengan sengaja dan tanpa pernah merasa salah membuang sesukanya sampah yang dibawa ke atas puncak. Manusia terkadang hanya menikmati saja, namun tidak hendak ada niat untuk menjaga kelestariannya. Manusia terkadang terlalu ego tidak mau menjaga untuk anak cucu mereka nantinya, hanya dinikmati untuk dirinya sendiri pada saat ini. suatu sifat yang seharusnya diubah oleh manusia. Bagi siapa saja yang puncak jalin, jagalah kelestarian alamnya sehingga bukan kita saja saat ini yang menikmatinya namun anak cucu kita juga nantinya.

Pesona Puncak Jalin Jantho Dan Aliran Sungainya Yang Menggoda (Bag.II)
Tampak Pengunjung Sedang Menuruni Puncak Jalin ( Foto:Vani)

Jam menunjukkan pukul 6 sore,  awan hitam berkelabat dilangit pertanda hujan akan segera turun. Kami harus segera mengakhiri petualangan hari ini. perjalanan ke kota ibukota pun lumayan membutuhkan waktu. Terimakasih Bukit Jalin, Kami akan kembali suatu hari nanti....

*Penulis adalah penggiat alam bebas, saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di fakultas hukum dan fakultas psikologi Unsyiah. 






Friday, 3 April 2015

Panorama Air Terjun Sawang Aceh Selatan Yang Menggoda

Panorama Air Terjun Sawang Aceh Selatan Yang Menggoda
airnya yang jernih sungguh-sunguh...(Foto:Vani)

Oleh: Isvani

Air terjun memang punya tempat tersendiri dimata para penggiat alam. Air terjun memberi panorama tersndiri sebagai salah satu bentuk keindahan alam yang harus kita jaga kelestariannya. Salah satu air terjun yang ingin aku tulis disini adalah air terjun yang berada di aceh selatan. Tidak tau pasti apa nama dari air terjun ini. namun yang pasti air terjun ini berada di kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan.

Aku sempat  melihat-lihat pemandangan air terjun itu ketika dalam rangka jalan-jalan keliling aceh bulan januari silam. Ketika itu matahari sedang teriknya dan waktu menunjukkan waktu makan siang. Kami pun mencari rumah makan untuk mengisi kembali isi perut. Setelah mendapatkan rumah makan kami pun bersegera memasuki rumah makan itu. Piring pun sudah penuh terisi dengan nasi disertai lauknya, kami pun mencari tempat untuk meyantap semua itu. Sang empunya warung nasi itu berujar dibelakang warung ada air terjun dan dipersilahkan menyantap makan siang kami di lokasi air terjun itu.

Panorama Air Terjun Sawang Aceh Selatan Yang Menggoda
bongkahan batu besar menjadi tempat nyaman untuk menikmati keindahan air terjun ini (foto:Fajarli) 

Alangkah indah rasanya, sambil menikmati makan siang dan dapat bonus keindahan air terjun yang tingginya kira-kira 10 M itu. Kami pun bergegas ke air terjun itu. Walaupun air terjun itu tidak memiliki debit air yang tinggi namun cukup memberikan suasana yang nyaman bagi siapa yang berada disana. Aku rasa jika dikembangkan lebih lanjut air terjun ini akan memiliki pengunjung yang luar biasa karena lokasinya didekat jalan sehingga menjadi tempat istirahat bagi pengemudi dan pun dekat sana sudah banyak rumah makan yang tentunya akan sangat mendukung untuk memajukan air terjun itu.

Bagi sobat yang bepergian ke pantai barat selatan Aceh tak salah bila mampir ke air terjun yang aku maksud ini. selain itu juga bisa untuk tempat istirahat ketika lelah berkendara. Bila perut sudah minta untuk diisi kembali, jangan takut karena disekitaranair terjun itu banyak warung makan dan masakannya pun enak. 

Panorama Air Terjun Sawang Aceh Selatan Yang Menggoda
Amazing (foto: Vani)


Selain air terjun, banyak tempat lain yang indah-indah dikabupaten Aceh selatan. Insya Allah akan aku tulis pada kesempatan berikutnya.........

*Penulis Adalah Penggiat Alam Bebas, Saat Ini Sedang Menyelesaikan Pendidikan Di Fakultas Hukum Dan Fakultas Psikologi Unsyiah Banda Aceh. 






Sunday, 29 March 2015

Pesona Puncak Jalin Jantho Dengan Aliran Sungainya Yang Menggoda

Pemandangan dari Atas Puncak Jalin (Foto: Vani)

Oleh : Isvani 


Setelah sekian lama tak menulis tentang alam akhirnya pada kesempatan kali ini sudah ada waktu untuk menulis kembali tentang alam di tanoh Kelahiranku, Aceh. Tempat yang akan aku ceritakan kali ini adalah sebuah tempat yang berada di pinggiran kota Jantho (Ibukota Kabupaten Aceh Besar) yang kini ramai dikunjungi banyak dari kota banda aceh dan aceh besar. 

Bukit jalin, ia begitulah orang-orang memanggilnya. Sebuah bukit yang menyuguh pemandangan yang luar biasa dengan hamparan aliran sungai yang bukit itu. Bukit jalin terletak di gampong jalin kota Jantho kabupaten aceh besar, Aceh. Tidak salah bila bukit itu menjadi pilihan di akhir pekan kawan-kawan untuk membuang penat kesibukan kerja dan kuliah.

Pemandangan yang dari atas puncak Jalin dengan pemandangan sungai yang mengitari perbukitan ( foto : Vani)

Untuk menuju kesana jika dari arah kota Banda Aceh membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam  dan itupun tergantung kecepatan mengendarai sobat sekalian. Jika sudah sampai ke simpang jantho silahkan sobat berbelok ke arah gerbang masuk ke kota jantho. Dari simpang Jantho ke pusat Kota Jantho berjarak sekitar 10 KM.

Terus saja ikuti jalan dua jalur yang membelah kota jantho yang dikenal dengan kota mati. Bila sudah sampai ke penghujung jalan dua jalur itu maka terus saja mengendarai sampai ada persimpangan yang ditengah-tengah aspalnya tertulis” Puncak Jantho dan tanda panah kekiri”, itu artinya untuk ke  bukit jalin belo kekiri.

Nah ikuti jalan ini sampai melewati perkampungan penduduk. Jalan kesana lumayan bagus dan hanya agak sedikit berlubang. Pemandangan yang kita dapat selama perjalanan pun akan membuka mata kita betapa indahnya alam Tanoh Aceh. Padi yang lagi menguning menjadi suatu keindahan tersendiri.

Sesampai persimpangan yang menurun berbeloklah ke kanan. Jangan ragu untuk tersesat karena ada penunjuk jalan yang cukup jelas disana. Selepas itu lurus saja karena tidak lama lagi sobat akan sampai ke tujuan.

Pengunjung sedang menuruni puncak jalin.( foto: Vani) 

Pada mulanya jalan kesana masih aspal namun ketika mau sampai jalan uda berubah jadi jalan berbatu. Ketika mau sampai ke bukit jalin, ada petugas yang mengutip retribusi disamping jalan sebelah kiri. Itu tandanya sobat sudah sampai tujuan. Tinggal sedikit lagi sampai ke jembatan, sampai dijembatan berbelok kekiri untuk memarkirkan sepeda motor.

disitu pun sudah ada petugas yang mengatur parkir dan terdapat pula masyarakat yang menjual makanan dan minuman untuk pengunjung. Setelah itu ayo mendaki ke jalan puncak bukit jalin. Siapka fisik sobat-sobat karena yakin dan percayalah mendaki bukit jalin cukup menguras tenaga bila belum sering dilakukan. Cerita akan berlanjut ke artikel selanjutnya.......

*Penulis adalah Penggiat Alam Bebas. 
saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di FH dan Fakultas Psikologi Unsyiah.  


Friday, 13 March 2015

Air Terjun Rerebe, Serpihan Tanah Surga Di Gayo Lues

Air Terjun Reube, Serpihan Tanah Surga Di Gayo Lues
Air Terjun Rerebe Dengan Pemandangan Perbukitan yang mengelilinginya 

Dataran tinggi gayo memang tak salah dengan ucapan serpihan tanah surga. Alamnya yang luar biasa indah memang akan menggoda siapa. Ibarat gadis perawan, begitulah kata tepat daerah yang berhawa sejuk ini. alam yang begitu indah itu akan sangat rugi bila salah dalam mengelolanya bahkan bisa-bisa akan mengancam kehidupan kita. Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi informasi tempat yang indah yang ada di dataran tinggi gayo. Tepatnya di kabupaten gayo lues yang beribukota Blangkejren. 

Aku baru pertama kali ke gayo lues, hal itu terwujud ketika kegiatan jak wet wet Atjeh (keliling Aceh) pada bulan januari yang lalu. Sebuah perjalanan mengelilingi pantai barat selatan aceh kemudian berlanjut ke dataran tinggi Gayo. Di gayo lues aku berkesempatan memanjakan mata dan menikmati panorama air terjun Rerebe. Ia begitulah orang-orang menyebut air terjun yang berada diatas bukit itu.

Sebenarnya tidak bisa aku lukis dengan kata-kata keindahan dari air terjun rerebe. Air terjunnya terletak diatas bukit yang dekat dengan perkampungan penduduk. Sayangnya air terjun itu tidak terurus dengan baik. Menurut pengakuan kawan yang tinggal blangkejren, hanya pada acara-acara besar saja jalan ke air terjun itu di renovasi. Selepas itu jalannya akan rusak kembali dan agak sedikit berhutan disekitaran lokasi air terjun itu. Sayang sekali bila dibandingkan dengan keindahan yang diberikan air terjun itu.

Air Terjun Reube, Serpihan Tanah Surga Di Gayo Lues
Pemandangan yang Luar biasa
Air terjun rerebe berjarak sekitar 2-3 jam perjalanan dari kota blangkejren. Tergantung pula dari laju kendaraan masing-masing. Jalan menuju lokasi air terjun reube bisa dikatakan mulus-mulus saja walaupun ada sebagian jalan masih berlobang dan ruas jalannya sempit. Saat ini dilokasi air terju itu belum ada fasilitas apapun untuk menunjang para wisatawan yang ingin kesana. Hal ini seharusnya diperhatikan untuk memajukan pariwisata daerah dan tentunya juga untuk memajukan perekonomian masyarakat disekitar lokasi air terjun itu. Kepada para wisatawan yang ingin kesana sebaiknya membawa bekal makanan sendiri karena tidak warung ataupun masyarakat yang berjualan di lokasi air terjun itu. 

Pemandangan perkampungan penduduk dari atas sana akan nampak indah. Apalagi ditambah dengan keindahan bukit yang mengitari kampung penduduk. Ah tak salah dengan ucapan serpihan tanah surga. Tunggu apa lagi. Ayo jalan-jalan ke dataran tinggi Gayo.[Vani] 




Friday, 27 February 2015

Kota Naga dan Kisah Tuan Tapa

Kota Naga dan Kisah Tuan Tapa
Tapak Tuan Tapa 

Tapak Tuan Tapa adalah salah satu dari sekian tempat wisata yang ada di tapak tuan aceh selatan. Pada akhir bulan januari yang lalu kami berkesempatan langsung melihat dengan mata kepala sendiri tapak raksasa manusia zaman dulu.  

Tapak yang berukuran panjang 5 meter dengan lebar 2 meter berada di pinggiran laut kota Tapaktuan. Pemandangan laut samudera hindia sungguh akan mempesona dimata kawan-kawan semua. Banyak hal yang bisa dinikmati ketika sobat mengunjungi tapaktuan.

Aceh selatan menurut yang saya lihat memiliki keindahan alam yang luar biasa dengan pantainya yang fantastis. Pemandangan disekitar tapak tuan tapa pun akan memanjakan mata anda dengan hamparan samudra hindia. Ombak yang besar dan angin kencang akan terasa ketika kita berdiri di bebatuan bibir pantai yang dekat dengan tebing.

Sejarah tuan tapa menceritakan bagaimana tuan tapa berkelahi dengan naga pada zaman dulu dalam memperebut seorang putri. Syahdan dahulu kala hidup sepasang naga di lautan dekat tapaktuan. Suatu hari ketika sedang mengarungi lautan tanpa sengaja mereka menemukan anak bayi perempuan yang terapung di tengah laut. menurut cerita yang beredar bayi itu adalah anak dari pedagang cina yang kapalnya tenggelam di tengah laut. anak bayi tersebut memiliki wajah yang rupawan sehingga timbul rasa untuk memiliki oleh kedua naga tersebut. Sepasang naga itu pun mengambilnya dengan berniat akan merawatnya dan akan menjadikan bayi itu menjadi anak angkatnya. 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Bayi perempuan itu telah tumbuh menjadi seorang putri yang cantik jelita sehingga dikisahkan namanya adalah putri naga. Lama-lama sang putri pun bosan tinggal dengan naga tersebut sedangkan sepasang naga tersebut ingin memiliki selamanya anak yang telah dirawatnya dari kecil. Tuan putri berkali-kali meminta kepada naga untuk membiarkan dia jumpa dengan manusia. Namun, sang naga tidak mengijinkannya, sang putri tidak diperbolehkan keluar dari gua tempat mereka tinggal.

Tuan putri pun mencari akal untuk bisa keluar dari gua tersebut. Mulanya tuan putri berusaha untuk tidak membuat curiga sang naga , oleh karena itu, tuan putri sengaja untuk patuh pada sang naga untuk tidak keluar dari gua. Sepasang naga sering keluar mengarungi lautan samudera dalam waktu yang lama. Sehingga tidak bisa menjaga tuan putri selalu. Hal tersebut dimamfaatkan sang putri untuk bisa melarikan diri. Suatu hari sang putri sedang berdiri didepan mulut gua dan melihat ke laut lepas ada kapal yang sedang berlayar. Tuan putri pun timbul ide dengan menampakkan diri sehingga orang-orang akan melihatnya.

Suatu hari kapal sedang berlayar dekat dengan gua sang putri tinggal. Tuan putri pun cepat-cepat menampakkan diri sehingga orang-orang yang dikapal melihat kemudian membawanya ke kapal. Hari itu berhasil sudah sang putri naga melepaskan diri dari sang naga.

Naga yang sedang mengarungi lautan merasa ada sesuatu yang lain sehingga memutuskan untuk kembali ke gua untuk melihat tuan putri. Alangkah terkejutnya sang naga melihat sang putri tidak ada di gua. Sang naga menjadi murka atas kehilangan sang putrinya. Sang naga mencari di lautan bebas dan menemukan sang putri didalam kapal. Sang naga tidak bisa menerima putri yang dirawatnya sedari kecil diambil begitu saja. Sang naga pun berniat akan menenggelamkan kapal itu dan merebut kembali sang putri.

Pertengkaran antara manusia itu tak dapat dihindari. Tuan tapa yang sedang bersemedi didalam gua mendengar suara ribut-ribut orang berkelahi. Tuan tapa keluar dan membantu orang-orang yang ada dikapal. Pertarungan yang sengit itu terjadi ditengah laut. tuan tapa dinukil pada masa itu sosok yang besar dan tinggi menyerupai manusia raksasa. Pertarungan tak seimbang itu dimenangi oleh tuan tapa. Naga jantan hancur berkeping-keping terkena tongkat tuan tapa. Menurur cerita tubuh naga itu menjadi kepulauan pulau banyak pada saat ini. sedangkan naga betina lari ketakutan mengetahui sang naga jantan telah mati. Tapak tuan tapa yang sekarang ini berada di pinggir laut itu menurut sebagian masyarakat adalah peninggalan sewaktu tuan tapa berkelahi dengan sang naga. Begitulah secuil kisah yang sangat melegenda di tapaktuan. Sehingga kota tapaktuan berjuluk kota Naga.




Thursday, 8 January 2015

Lange, Pantai Perawan di Tanoh Aceh ( bagian II )

Lange, Pantai Perawan di Tanoh Aceh ( bagian II ) -Sebelumnya pantai lange telah aku bagikan beberapa gambar keindahannya yang akan menggugah selera para petualang(baca: Lange, Pantai Perawan di Tanoh Aceh . Pantai lange di balik itu semua menyimpan suatu hal yang terbilang tidak banyak di ketahui oleh banyak orang. Karena beberapa kawan pecinta alam menanyakan dimana lokasi maka aku tulis kembali sebagaimana referensi bagi mereka yang ingin kesana(pantai lange). 
Lange, Pantai Perawan di Tanoh Aceh
pantai perawan lange
Pantai lange berada di kemukiman lampuuk tepatnya di kampung lam lhom. Untuk menuju kesana harus melewati kampung tersebut dengan hutan yang terbilang masih asri. Jika ada yang ingin kesana tanyakan saja kepada warga yang berada disekitaran lampuuk dimana lokasi kampung lam lhom. Kalau sudah sampai ke kampung itu nanti bisa ditanyakan ke kepala desa kampung itu sekalian minta izin untuk ke pantai lange. Hal tersebut harus dilakukan karena terkait dengan larangan berwisata ke pantai tersebut.

Lange, Pantai Perawan di Tanoh Aceh
deburan ombak pantai lange menabrak karang
Lange, Pantai Perawan di Tanoh Aceh
deburan ombak pantai lange 
Sekitaran pantai lange keadaan hutannya masih terbilang alami, namun banyak sudah pohon yang ditebang untuk pembukaan perkebunan baru oleh warga. Penebangan pohon yang aku sendiri tidak tahu apakah ada perizinan dari pihak terkait atau illegal logging. Sepanjang perjalanan menuju kesana lumayan banyak pohon yang sudah di tebang dan tergeletak begitu. Ukuran batang pohon pun beragam. Ada yang besar ada juga yang kecil.
Entah siapa yang melakukan hal ini. bisa saja masyarakat disekitaran hutan itu atau mungkin saja ada oknum-oknum tertentu yang tidak dikenali karena terlalu kuat yang melindunginya. Memang masyarakat sekitar itu bila di perhatikan tidak mempunyai pekerjaan yang lain sehingga mungkin saja melakukan penebangan liar tersebut. Masyarakatkah yang harus disalahkan? Atau pemerintah negara ini ?
Bersambung,,,



Wednesday, 7 January 2015

Legenda Batu Belah, kisah Manusia yang Ditelan Batu

Legenda Batu Belah, kisah Manusia yang Ditelan Batu-Pada waktu sebelumnya aku telah menulis tentang beberapa legenda yang  ada di Aceh. Ada legenda tentang asal mula nama kerajaan samudra pasai(baca: asal mula nama kerajaan samudera pasai) legenda tentang asal mula pulau sabang(baca: kisah asal mula pulau sabang ) dan beberapa legenda lainya(baca: Legenda aceh  ). Pada kesempatan kali ini aku akan menulis kisah legenda batu belah “atu belah” beginilah kisahnya ..,
Legenda ini berasal dari dataran tinggi gayo. Awal mula kisahnya adalah pada masa itu ada satu keluarga yang keadaan ekonominya sangat miskin. Keluarga itu hanya memiliki sepetak lahan kecil yang tidak seberapa untuk menghidupi keluarganya. Selain itu keluarga tersebut juga memiliki dua ekor kambing tapi keadaannya kurus karena kekurangan makanan.

Legenda Batu Belah, kisah Manusia yang Ditelan Batu
batu belah, dalam bahasa gayo disebut" atu belah" 
Oleh karena keadaan yang demikian, keluarga ini berusaha memenuhi kebutuhan dengan memancing di krung peusangan. Kelurga petani miskin ini memiliki dua anak. Yang sulung berusia 8 tahun dan si bungsu berumur 1 tahun. Suatu hari si sulung diminta oleh ayahnya untuk pergi mengembalakan kambing di hutan supaya kambingnya menjdi gemuk karena besok harinya akan di jual ke pasar tapi sulung malas mengembalakan nya yang jauh lokasinya.
Si sulung pun tidur dibawah pohon dan ketika terbangun hari sudah sore. Kambingnya sudah tak tau dimana keberadaannya. Saat kembali ke rumah ayahnya menanyakan kemana kambingnya si sulung pun menjawab kambingnya hanyut ke sungai. Si ayah pun marah dan bersedih akhirnya si ayah pergi ke hutan untuk melihat jeratan yang dipasangnya untuk menjerat burung tempo hari.
Ternyata yang terjerat adalah seekor anak babi. Si ayah pun mendekapnya pun untuk segera di bawa pulang. Tiba-tiba semak belukar di depannya terkuak dan dua bayangan hitam muncul menyerbu petani itu. Belum sempat berbuat sesuatu si petani sudah tekapar dengan berdarah. Ternyata kedua induk babi itu sangat marah karena anaknya di tangkap. Petani itu berusaha untuk melawan dengan mencabut parangnya. Namun naas, ketika parangnya di ayunkan ke tubuh babi hutan itu parangnya patah menjadi dua. Sang babi pun menjadi tambah ganas. Petani itu pun tunggang langgang di kejar babi namun ketika petani meloncati sebuah sungai kecil dia terpeleset dan jatuh dengan kepalanya terbentur batu. Tewaslah sang petani tersebut tanpa diketahui sang istri dan anak-anaknya.
Sementara itu dirumah isteri petani sedang memarahi si sulung karena telah membuang segenggam beras terakhir yang di miliki oleh keluarganya. Karena sudah tidak punya lagi makanan yang bisa dimakan, isteri petani tersebut menyurh si sulung untuk menjual periuk yang mereka miliki untuk di jual kepasar. Bukannya menuruti keinginan orang tua namun malahan menggerutu dan membanting periuk tersebut sampai pecah. Ibu si sulung pun tambah marah.
Sewaktu itu datanglah seorang tetangga mengabarkan suaminya ditemukan tewas dihutan. Alangkah hancur hati sang istri dan menangis sambil memeluk si sulung. Ibu si sulung pergi ke depan sebuah batu besar yang biasanya disebut dengan batu belah. Sesampai disana sang ibu pun bernyanyi” batu belah batu bertangkup, hatiku alangkah merana, batu belah batu bertangkup, bawalah aku serta”.
Tiba-tiba bertiuplah angin kencang dan batu besar itu pun terbuka. Setelah ibu sisulung itu pun masuk ke batu yang telah terbuka itu. Setelah itu batu itu pun merapat kembali. Sisulung yang melihat kejadian itu menangis keras dan memanggil ibunya dengan berjanji tidak akan nakal lagi. Namun penyeselannya sudah telat, ibunya telah menghilang ditelan bati belah.
Itulah kisah dari batu belah yang saat ini masih ada di datarn tinggi gayo. Walaupun hanya legenda belaka namun memberikan suatu pesan kepada kita bahwa sudah sepatutnya kita berbakti kepada orang tua kita dan jangan sekali-sekali membuat orang tua kita marah.


Tuesday, 30 December 2014

Ketika Pemerkosaan Alam itu Terjadi,,,,,

Ketika Pemerkosaan Alam itu Terjadi,,,,,-Alam selain juga dapat memberikan mamfaat bagi kehidupan manusia, bisa pula mendatangkan malapetaka bagi manusia. Alam adalah sebagai tempat berlangsungnya proses kehidupan manusia suatu saat akan meluapkan kemurkaannya pada manusia. Alam adalah sebagai tempat yang telah diciptakan oleh Allah SWT untuk di tinggali oleh seluruh makhluk ciptaannya. Dengan segala nikmat dan kemurahannya sehingga alam memberikan segala kebutuhan sebagai penunjang kehidupan makhluk di atas bumi ini.
Manusia adalah sebagai khalifah dibumi ini yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia memiliki akal dan fikiran yang digunakan sebagai arah dalam menjalani kehidupannya. Akal di fungsikan untuk memikir bagaimana mengolah alam dalam mempertahankan kelangsungan kehidupannya. Secara fisik saja manusia sudah banyak mempunyai kelebihannya dengan makhluk lain di permukaan bumi ini. manusia mempunyai jiwa dan hati yang di asah terus menerus akan menjadikan manusia seorang yang jenius dan berfikir secara kritis.

Ketika Pemerkosaan Alam itu Terjadi,,,,,
hutan yang sudah gundul 
Alam yang ditinggali manusia setiap harinya semakin rusak dan pencemaran yang terjadi semakin menjadi-jadi. Manusia pada dasarnya menebang pohon untuk kemaslahatan dirinya namun bila hati sudah dibutakan dengan uang yang berlimpah maka disaat itu manusia telah kehilangan moralitasnya. Illegal logging terjadi di hutan aceh semakin memperihatinkan untuk kelansungan makhluk di muka bumi ini. manusia serakah tersebut hanya mementingkan perutnya sendiri sedangkan keadaan manusia yang lain tak pernah terbersit dalam jiwanya. Bila ingin jujur dalam diri setiap manusia, apa yang hendak di capai dalam kehidupan dunia yang fana ini? saya meragukan pendidikan agama yang kurang sehingga manusia di aceh khususnya merosot sekali moral dan agamanya. Mungkin ada sebagian orang yang beralasan hal tersebut adalah penghidupannya sehari-hari untuk kelangsungan hisup istri dan anak-anaknya. Sebagian dari manusia tidak punya pekerjaan lain  yang bisa menopang kehidupannya sehingga tidak ada namanya pilihan dalam melakukan suatu perbuatan. Bila hal tersebut menjadi sebuah alasan yang menyebabkan mata hati kita buta terhadap kondisi lingkungan saat ini, maka tanda tanya besar timbul dalam hati sanubari saya. Dimanakah tanggung jawab negara ?
Apakah hanya kita yang hanya berkewajiban terhadap negara? Sedangkan dalam konstitusi negara ini telah diatur kewajiban negara yang harus dipenuhi sebagai bentuk implementasi hak-hak yang melekat pada tiap manusia yang bernaung di bawah negara ini. negara yang di pegang oleh pemerintahan seharusnya mampu memberikan pekerjaan yang layak bagi setiap warga negaranya dengan tanpa alasan apapun. Memang ada pepatah yang mengatakan “jangan tanyakan apa yang sudah negara berikan padamu namun tanyakan apa yang sudah kamu berikan terhadap negara”.
Apakah kita hanya berpatok pada itu saja? Sedangkan cita-cita bangsa ini adalah memakmurkan seluruh rakyatnya. sekarang ini malahan pemerintah yang melakukan pemerkosaan hak-hak terhadap rakyatnya. pemerintah secara tidak langsung sebagai pelaku pengrusakan alam. Namun oknum pemerintah tersebut begitu rapi bersembunyi di dalam gua gelap yang tidak mungkin cahaya bisa masuk kedalamnya sehingga tidak mampu kita mengenal rupa mereka..


Bersambung ke part  II. 
Copyright © 2014-2015 SuA Atjeh